Pacific Rim: Konflik Diperluas, namun Lemah dari Segi Cerita

by Dwi Retno Kusuma Wardhany 672 views

Pacific Rim: Konflik Diperluas, namun Lemah dari Segi Cerita
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Meski ceritanya lemah, pertarungannya dijamin memuaskan.

Meski sempat mengkhawatirkan dari segi pendapatan, namun besarnya pemasukan di Negara Tiongkok membuat Pacific Rim mendapat kepastian akan dibuat sekuelnya. Kini, di tahun 2018 ini, Pacific Rim: Uprising rilis. Tokoh utama pun bergeser dari Charlie Hunnam ke John Boyega yang namanya terangkat berkat Star Wars: The Force Awaken.

Sepuluh tahun setelah Celah berhasil ditutup oleh Stacker Pentecost dengan mengorbankan nyawanya, dunia pun hidup dengan tenang dan kembali melakukan pembangunan di mana-mana. Proyek Jaeger yang tadinya dihentikan pun kini dihidupkan kembali untuk menjaga keamanan dunia dan men-sweeping Jaeger-Jaeger yang dibangun secara liar dari suku cadang rongsokan Jaeger. Di dunia yang aman ini, Jake Pentecost tinggal. Saat suatu hari terlibat masalah, salah satu cara untuk bisa lepas adalah kembali bergabung dengan Pan Pacific Defence Corps yang dipimpin oleh kakak tirinya, Mako Mori. Selain harus melatih kadet-kadet muda menjadi pilot Jaeger, Jake juga dihadapkan pada kenyataan bahwa ada serangan besar yang akan terjadi.

Sekuel selalu berusaha ditampilkan lebih besar dari film pertamanya, tidak terkecuali dengan film ini. Robot yang ditampilkan lebih banyak. Gypsy Danger dari film pertama kini berubah nama menjadi Gypsy Avenger dengan tambahan senjata yang lebih mutakhir dan tubuh yang lebih ramping. Sama halnya seperti film pertama, ada pula Jaeger-Jaeger lain, seperti Saber Athena, Bracer Phoenix, November Ajax, dan masih banyak lagi. Kaiju-nya pun dibuat tampak lebih besar, kuat, dan mengancam.


Semua ini membuat skala filmnya pun jadi lebih besar dan memang harus diakui bahwa Uprising belajar untuk memperbaiki bagian-bagian yang dianggap mengecewakan, terutama dari segi aksinya. Jika di film pertama, perkelahian hanya fokus pada Kaiju, kini Jaeger juga akan melawan Jaeger. Mengingatkan kita pada pertarungan dalam Transformers. Selain itu, perkelahian pun dilakukan di siang hari, bukan di tengah malam hari dan di kedalaman lautan yang tertutup arus ombak. Kita pun bisa melihat jelas senjata tiap robot.

Namun, jangan berekspektasi terlalu tinggi bila berbicara masalah cerita di Uprising. Kehadiran Boyega tidak sememorable Idris Elba. Beberapa lelucon yang ia lontarkan pun hanya bisa mengundang senyum. Scott Eastwood juga seperti hanya tempelan saja, berbeda dengan Charlie Hunnam sebagai Raleigh Beckett. Yang menarik, mungkin hanyalah Cailee Spaeny sebagai Amara Namani yang memang diberi porsi lebih dalam film ini. Mengingatkan kita pada Izabella, gadis muda yang juga ahli memperbaiki robot, dalam Transformers: The Last Knight.

Meski terdapat kekurangan, namun menyaksikan pertarungan robot versus monster dalam skala raksasa ini sangat mengasyikkan. Terutama dengan banyaknya adegan slow-motion yang cukup menakjubkan. Go big or go extinct!


Artikel Terkait