Memecahkan Masalah Dunia Hanya Perkara Kecil dalam Downsizing

by Prima Taufik 141 views

Memecahkan Masalah Dunia Hanya Perkara Kecil dalam Downsizing
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Semua yang tidak sesuai tinggal diciutkan

Entah apa yang terjadi dengan diri Matt Damon, sekarang sepertinya ia lelah dan bosan bermain film produksi Hollywood dan mencoba peruntungan di film-film produksi luar. Setelah bermain di Tiongkok dalam The Great Wall, kali ini ia bermain untuk film produksi Eropa yang berjudul Downsizing. Film yang bercerita tentang penciutan manusia ini semoga tidak membuat karir sang Jason Bourne turut menciut hingga tinggal remah-remah kejayaan. Yang jelas pilihan kali ini bukan langkah yang tepat untuk arah karier si astronot yang terjebak di Mars dalam The Martian.

Populasi dunia yang sudah terlalu penuh menjadi ide awal untuk menciutkan manusia. Alexander Payne di awal film sepertinya bakal memberi kita sebuah sci-fi unik dan segar. Namun, itu semua berubah di tengah film dan ini menjadi drama membosankan. Sci-fi hanya menjadi latar. Isi film ini penuh dengan simbol-simbol kehidupan pria paruh baya yang krisis identitas. Para penonton film kelas Haute Couture mungkin akan terpukau dan merasa pintar bisa menangkap semua simbol yang ada dan merasa mendapat pencerahan setelah menonton Downsizing. Sisanya hanya bisa ikut tertawa dengan humor yang disajikan, tapi keluar dengan kebingungan.

Satu pujian tetap patut disematkan pada Hong Chau yang menjadi penyelamat mata ketika akan terpejam. Karakternya sebagai Ngoc Lan yang polos, tapi bertekad baja bisa memberi warna yang kuat di film hambar ini. Celotehannya, kelakuan polosnya, serta isi pemikirannya berhasil membuat penonton terbius dan memutuskan untuk bertahan di kursi. Menjadi pemeran pembantu tapi malah jadi daya tarik suatu film memang pekerjaan luar biasa. Tidak salah jika ia masuk nominasi Golden Globe dan SAG 2018. Sisanya, para aktor kawakan yang lebih punya nama malah seperti tidak berakting dan main ala kadarnya.


Sebenarnya yang menarik dari film ini adalah ide tentang menciutnya seseorang, dan apa perubahan yang terjadi pada aspek kehidupannya. Namun, karena trailernya hanya 10% awal film jadilah kita seperti menyaksikan diary membosankan dari karakter Paul Safranek. Plot cerita yang menipu (dalam arti buruk), penceritaan yang bertele-tele, serta pace cerita yang lambat ditambah durasinya yang lumayan panjang menambah daftar kekesalan yang harus ditahan. 

Pada akhirnya, seseorang berkata film ini adalah tentang penerimaan diri dan selalu bersama orang yang dicintai. Jika kalimat itu menggugah kita, silakan tonton film ini dan temukan makna sejati dari hidup menciut.



Artikel Terkait