Justice League: Akhirnya Mereka Bersatu

by Dwi Retno Kusuma Wardhany 578 views

Justice League: Akhirnya Mereka Bersatu
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Secara kualitas menurun, tapi secara hiburan meningkat.

Saat ditunjuk untuk menangani Man of Steel dan membuka lembaran shared universe DC Films, Zack Snyder sudah punya visi seperti apa semesta ini ke depannya hingga puncaknya berada di Justice League. Namun, dalam perjalanannya, semua film DC kecuali Wonder Woman mendapat kritik yang buruk dari pengamat film dan mempengaruhi pendapatan hingga kepercayaan diri petinggi Warner Bros. Imbasnya pada saat post-produksi Justice League, Snyder yang mundur karena alasan keluarga digantikan oleh Joss Whedon untuk menyelesaikan film hingga siap tayang. Dalam pernyataannya, studio mengklaim jika Whedon hanya menambah sedikit adegan dan film in tetap akan sesuai dengan visi Snyder. Benarkah?

Whedon bukan hanya sekedar membantu menyelesaikan Justice League, tapi ia mendapat kredit sebagai penulis cerita bersanding dengan Chris Terio. Di Amerika sana, untuk bisa mendapat kredit di film, seseorang harus punya impact sekitar 30% pada hasil akhir film. Ini menunjukkan Whedon melakukan perubahan yang signifikan pada cerita sehingga dianggap layak diberi kredit. Hasilnya, Justice League menjadi film yang sangat ringan, menyenangkan, minim konflik, dan minim pengembangan karakter. Whedon membuat Justice League menjadi film superhero aksi tanpa isi seperti tetangga DC. 

Perlu diingat Justice League bukan film yang buruk, penonton umum akan suka, kritikus akan suka. Anda akan terhibur dan tertawa di sepanjang film. Namun, setelah itu, film ini akan dilupakan dan orang akan move on ke film berikutnya. Tidak ada yang perlu diperdebatkan atau didiskusikan karena memang tidak ada ruang di film berdurasi 2 jam 1 menit ini untuk itu. Namun, bukankah ini yang selalu ditunggu-tunggu pihak studio WB/DC? Film receh hiburan semua orang sehingga pundi-pundi mereka membengkak. 


Semua usaha untuk membuat superhero menjadi manusiawi di Man of Steel dan Batman v Superman: Dawn of Justice hilang, berganti adegan-adegan lucu dan one liner joke. Film superhero sekarang seperti kembali ke era karakter dua dimensi tahun-tahun '70-an dengan perbedaan hanya di CGI lebih bagus. 

Interaksi antarhero di JL tidak perlu lagi diragukan, walau tak ada konflik yang berarti, candaan mereka cukup lucu. Setidaknya masih tahu tempat, tidak seperti film dewa petir tetangga sebelah yang bercanda di semua situasi. Tidak ada dialog-dialog filosofis sok pintar (anggapan sebagian orang) seperti MOS atau BVS. Bahkan, tidak ada tokoh yang sepertinya mengucapkan dialog lebih dari dua kalimat. Yang paling menonjol tentu saja Flash (Ezra Miller) dan Cyborg (Ray Fisher). Selain karena keduanya belum pernah muncul, interaksi mereka sangat lucu dengan sesama hero. Namun, yang paling ditonjolkan sepertinya tetap Wonder Woman. Gal Gadot tampaknya aktor dengan paling banyak screen time di sini. Entah ada hubungannya dengan kesuksesan Wonder Woman atau tidak.


Adegan aksinya harus diakui salah satu yang terbaik dari film ini. Kombinasi Wonder Woman dan Aquaman, Flash dan Cyborg sangat seru untuk disaksikan, tapi maaf saja Batman yang tidak punya kekuatan apa-apa seperti kurang dapat bagian di pertarungan puncak. Tentunya yang paling ditunggu-tunggu adalah bagaimana aksi Superman di sini. Sedikit saran, jangan berharap lebih. Jika di BvS dan MoS aksi yang ada terlihat grande dan lingkupnya luas, maka kali ini dengan 1 alien, 1 dewa, 1 metahuman, 1 robot, 1 manusia Atlantis dan 1 Batman  melawan Steppenwolf dan pasukan alien, yang rusak hanya 4 rumah saja. Efektif sekali. Entah kenapa, skala pertarungannya menjadi kecil. Jika Anda terkesima melihat Battle of Smallville di MoS maka di sini aksi pamungkasnya tak setengahnya dari itu.

Jangan lewatkan credit scene (sebegitunya ingin mencontoh tetangga) hingga akhir film untuk mendapat kejutan yang tak terduga. Yang pasti, film ini memberi Anda kebahagiaan dan kesenangan saat menonton tapi apakah memberi kepuasan? Semua tergantung preferensi Anda. Kami tentu akan menonton film ini lebih dari satu kali.