Ant Man and The Wasp Tidak Selucu dan Seseru Pendahulunya

by Prima Taufik 249 views

Ant Man and The Wasp Tidak Selucu dan Seseru Pendahulunya
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Tetap berusaha menyenangkan, tapi tidak maksimal

Mengambil kejadian sebelum Avengers: Infinity War, Ant Man and The Wasp melanjutkan kisah petualangan Scott Lang (Paul Rudd) setelah kejadian di Captain America: Civil War. Lang, yang kini menjadi tahanan rumah selama dua tahun, menghabiskan hidupnya dengan bermain bersama putrinya. Tapi, masalah belum berakhir karena di saat bersamaan Hope (Evangeline Lily) dan Hank Pym (Michael Douglas) menemukan riset paling mutakhir tentang Quantum Realm yang diinginkan banyak orang. Scott punya sesuatu yang bisa mengembalikan ibu Hope, Janet (Michelle Pfeiffer) ke dunia nyata.

Film ini mencoba memadukan bagaimana Scott membagi waktunya antara membantu Hank dan Hope sebagai Ant Man, tetapi juga tetap menghabiskan waktu dengan putri kesayangannya, Cassie. Peyton Reed yang kembali duduk di bangku sutradara mencoba mengulang formula yang sama dengan film pertama. Namun, di film kedua ini, ia tampak keteteran mengatur antara porsi drama dan komedi serta penggabungan keduanya. Alhasil, banyak adegan seolah-olah berdiri sendiri yang terkesan dibuat semata-mata untuk tujuan lucu atau drama. Membuat alur cerita jadi terasa tidak mengalir dengan enak.

Marvel kembali gagal membuat sekuel yang lebih bagus dari film origin super heronya. Terhitung, hanya Captain America yang semua filmnya berhasil lebih baik dari pendahulunya. Sekuel Ant Man ini terasa memiliki dua film yang disatukan. Terlalu banyak subplot yang diangkat sehingga masalah utama jadi tidak terlalu penting. Semua hal yang seru dan bagus kebanyakan sudah ada di trailer.


Rilis setelah Infinity War yang fenomenal, Ant Man and The Wasp seperti ketinggalan hype. Penonton tidak ada yang fokus pada cerita Ant Man, mereka hanya menanti dimana keterkaitan film ini dengan Avengers. Ketika kaitan itu muncul dan hanya sekilas, dampak yang dihasilkan tidak terasa. 

Filmnya sendiri serba tanggung, act tiga di mana seharusnya pertarungan seru terjadi, malah menjadi seperti aksi main-main. Penempatan humor yang kurang pas juga terjadi di sepanjang film. Reed sepertinya mencoba memberi humor di setiap situasi, walau hasilnya kadang tidak pas dan malah mengganggu. 

Ada dua after credit scene seperti biasa, namun jangan berharap sesuatu yang mengejutkan.