Sicario: Day of the Soldado Brutal dan Keras, tapi Membingungkan

by Prima Taufik 191 views

Sicario: Day of the Soldado Brutal dan Keras, tapi Membingungkan
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Percuma memiliki cerita yang bagus jika penonton tidak mengerti

Sicario (2015) menjadi kuda hitam pada saat diluncurkan. Cerita pertarungan antara pemerintah US melawan kartel narkoba Meksiko yang diperankan Emily Blunt, Josh Brolin dan, Benecio Del Toro serta disutradarai Dennis Villeneuve ini sangat disukai penonton dan kritikus. Tahun ini, sekuelnya diluncurkan, namun Blunt dan Villeneuve tidak kembali. Namun, Sicario: Day of the Soldado kekurangan pemain hebat karena Isabela Moner, Catherine Keener, dan Jeffrey Donovan masuk dalam jajaran pemain. Kali ini, sutradara Italia Stefano Sollima dipercaya untuk mengarahkan mereka.

Perang gangster yang terus meningkat antara kartel dan pemerintah Amerika mencapai babak baru saat para kartel menyelundupkan manusia dengan misi bom bunuh diri ke Amerika.  Pemerintah Amerika kembali mengirimkan Matt Graver (Brolin) untuk menyelesaikan masalah. Bekerja sama dengan Alejandro (Del Toro), mereka mencoba membuat operasi palsu di Mexico yang akan memicu perang gangster. Namun, di tengah jalan aksi mereka mengalami gangguan dan semua rencana harus berubah.

Film ini asyik, cepat, dan keras. Aksi tembak-tembakan terasa sangat asli dan menegangkan. Suara peluru yang berdesing dan meledak saat pertempuran terjadi bagaikan musik yang merdu di telinga, membawa kita seolah masuk ke dalam cerita dan berada di zona pertempuran. Tepat sekali jika film ini diberi rating dewasa karena efek realistis akibat pertempuran dipaparkan dengan baik saat darah bersemburan membasahi Bumi. Efek realistis ini juga menambah rasa tegang karena tidak ada ledakan berlebihan dan semuanya berlangsung cepat.


Sicario: Day of the Soldado ini memberikan kisah yang menarik antara perang Pemerintah Amerika dengan Kartel Meksiko. Namun, editing dan eksekusinya membuat penonton agak kebingungan mengikuti alur cerita. Beberapa adegan berpindah tanpa memberi kesempatan untuk penonton memahami apa yang sedang terjadi di layar. Kunci di film ini adalah dialog-dialognya yang kadang masih berhubungan dengan film yang pertama. Jika lewat sedikit saja, mungkin kita akan kebingungan apa yang sedang terjadi. Penuturan cerita yang cepat dan langsung pada masalah memang menarik, tapi kadang berhenti sebentar agar penonton bisa memahami apa yang terjadi juga perlu.

Cepatnya perubahan situasi ini kurang memberi ruang bagi penonton untuk simpatik pada karakter tertentu. Pengembangan karakter juga kurang, terutama untuk karakter baru. Tumpuan film ini memang ada pada pundak Brolin dan Del Toro. Mereka berdua sangat menonjol hingga menutupi karakter lain. Moner walaupun manis, tapi aktingnya belum berkembang semenjak bermain di Transformers: The Last Knight. Sisanya, Anda yang tidak mengikuti film pertama tidak akan merasa cukup peduli pada karakter lain.

Sicario: Day of the Soldado merupakan film yang bagus dengan level ketegangan hampir menyamai film pertama, tapi sayang editing dan dialognya tidak berhasil menyampaikan tujuan film berdurasi 2 jam 2 menit ini secara sempurna ke penonton. 


Artikel Terkait