Death Wish: Bapak Sayang Anak yang Main Hakim Sendiri

by Prima Taufik 435 views

Death Wish: Bapak Sayang Anak yang Main Hakim Sendiri
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Bruce Willis kembali, tapi belum sepenuhnya

Bruce Willis sudah tidak asing dengan film aksi, ia bahkan legenda di genre ini. Namun, dalam beberapa tahun belakangan, aktor berkepala plontos ini seakan tidak menemukan lagi gairah dari berakting dalam film aksi. Semua kehadirannya dalam beberapa film seperti R.E.D dan Gi Joe: Retaliation tampak seperti bermalas-malasan. Kali ini, berkolaborasi dengn Eli Roth, sang John McLane akan berganti profesi dan keluarga sebagai dokter bedah Paul Kersey yang harus mengalami keterpurukan setelah tragedi yang menimpa keluarganya. Hasilnya memang terlihat lebih baik, tapi usia tidak bisa berdusta. Mungkin sudah saatnya ia mundur sebagai protagonis utama dalam film-film aksi.

Eli Roth dikenal sebagai sutradara yang memiliki ketertarikan tertentu akan kekerasan dan kebrutalan dalam setiap filmnya. Jika pernah menonton Hostel (2005) dan Cabin Fever (2002), Anda akan mengerti. Sutradara teman dekat Quentin Tarantino ini mencoba me-remake kembali film berjudul sama tahun 1974 yang diperankan oleh Charles Bronson. Sepertinya pilihannya untuk me-remake film ini cukup berhasil. 


Sebenarnya tidak ada unsur istimewa dari film ini. Semua elemennya sudah pernah ada di film-film kebanyakan. Tapi, penyutradaraan Eli Roth dan rating dewasanya memberikan film ini rasa tegang dan sensasi kaget yang asyik. Bagi yang tidak kuat, akan langsung kaget dan tercengang setiap kali ada kepala meledak, kaki patah, dan darah bermuncratan yang cukup sering muncul sepanjang film.

Eli Roth dan Tarantino sama-sama penyuka gaya film-film tahun '80-an. Gaya ini sedikit banyak terasa dalam film ini walaupun setting-nya dibawa ke masa modern saat ini. 

Untuk para pemerannya sendiri, sepertinya tidak ada masalah berarti. Tidak ada pemain yang menonjol. Bruce Willis walaupun jadi pemeran utam,  tapi aktinya tidak spesial. Ia bisa saja digantikan oleh Chuck Norris atau Jean Claude Van Damme dan hasilnya tetap sama. Namun, yang mengganggu adalah Vincent D’Onofrio. perannya sebagai saudara yang kalah saing dengan kakaknya sedikit berlebihan. Terlihat terlalu berusaha.

Keseluruhan ini film yang seru dan menghibur untuk ditonton. Film yang meninggalkan kesenangan setelah Anda keluar dari teater. Namun, tidak cukup bagus untuk diingat sebagai film yang memiliki kesan kuat.