Red Sparrow: Menyiksa Batin Penontonnya

by Dwi Retno Kusuma Wardhany 791 views

Red Sparrow: Menyiksa Batin Penontonnya
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Jennifer Lawrence bermain apik sebagai balerina yang beralih peran

Kutukan Oscar sepertinya tidak berlaku bagi Jennifer Lawrence. Setelah memenangkan Oscar dalam Silver Lining Playbook, kariernya malah semakin menjulang. Berbagai peran sudah gadis ini lakoni, di antaranya menjadi karakter young adult, mutan berkulit biru, hingga pengelana angkasa. Kini, Jen-Law kembali dipercaya memegang karakter baru yang seductive, tapi mematikan dalam Red Sparrow.

Mata-mata wanita bentukan Rusia ini dikisahkan tidak seperkasa Angelina Jolie dalam Salt. Mereka diperintahkan memakai tubuh mereka untuk menggali informasi. Goda dan korek informasi sedalam-dalamnya. Buat calon korban mereka terpikat dan menemukan missing piece dalam diri Sparrow. Doktrin ini terasa “mengganggu”, apalagi dengan gambaran kurikulum kejam dan vulgar yang dihadirkan saat Dominika Egorova belajar menjadi Sparrow. Beberapa penonton mungkin akan merasa terganggu. Tapi, bisa jadi versi film sudah lebih halus dibandingkan versi buku.


Red Sparrow mengandung beberapa keklisean film mata-mata beda negara, seperti asmara, pengkhianatan, hingga adu cerdik untuk saling menjatuhkan. Film yang kembali mempertemukan Jennifer Lawrence dengan Francis Lawrence (The Hunger Games Trilogy) ini ditutup dengan twist, hal yang rasanya sudah bisa ditebak oleh para penonton. Namun, Red Sparrow untunglah menyajikan penutup yang tidak mudah diduga dan cukup membuat penonton yang mungkin awalnya terasa lelah menyaksikan film ini jadi melek kembali.

Sayangnya, dikarenakan minim aksi, Red Sparrow yang memiliki durasi 140 menit ini jadi terasa panjang dan bertele-tele. Menjelang akhir, penonton dibuat kecele dengan beberapa adegan yang dikira sebagai penutup, namun ternyata masih berlanjut. Tidak hanya itu, banyaknya adegan vulgar dalam film ini membuat badan sensor terpaksa kejam dalam memangkas beberapa adegan sehingga malah menjadi buram. Salah satu yang sangat disayangkan akibat “kebrutalan” sensor tersebut adalah hilangnya kedekatan yang mulai terbangun antara Egorova dengan agen CIA Nate Nash. Namun, hal ini sepertinya bisa dimengerti karena jika tetap dipertahankan, bisa jadi film ini dilarang tayang di Indonesia.

Jadi, jika kalian mengharapkan film Red Sparrow akan seseru Salt atau serial Alias dengan banyak aksi kick ass di sana-sini, lupakan saja. Film ini seru, namun dengan cara yang berbeda. Membangun ketegangan secara perlahan dan menyiksa penontonnya secara batin.