The Maze Runner: The Death Cure - Durasi Panjang yang Penuh Twist

by Dwi Retno Kusuma Wardhany 481 views

The Maze Runner: The Death Cure - Durasi Panjang yang Penuh Twist
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Penutup trilogi The Maze Runner ini cukup memuaskan.

Setelah Twilight, praktis hanya The Hunger Games novel young adult bergenre fantasi yang sanggup meraih kesuksesan di layar lebar dan dituntaskan hingga babak ketiga. Kini, menyusul The Maze Runner yang menggenapi triloginya lewat The Death Cure. Meskipun sempat marak pasca Twilight booming, namun kisahnya yang nyaris memiliki tema serupa membuat tidak semua adaptasi novel tersebut bertahan di pasaran. Sebut saja Divergent, Fifth Wave, The Giver, Vampire Academy, The Mortal Instruments, hingga Fallen.

Bagi yang mengikuti dua buku dan film sebelumnya, tentu tidak asing lagi dengan kisah yang akan dipaparkan The Death Cure ini. Setelah kabur dari Maze dan masuk ke tahap kedua ujian yang diberikan WCKD, kini Thomas dan teman-temannya harus menghadapi WCKD langsung sambil berusaha menyelamatkan Minho dari cengkeraman organisasi jahat ini.

Jika film pertamanya menghadirkan misteri yang kental, seperti dari mana para remaja ini berasal, kenapa mereka bisa berakhir di Maze, siapa yang membuat Maze dan apa tujuannya, maka film terakhir ini bisa dibilang tidak terlalu banyak mengulik rasa ingin tahu para penonton. Ini adalah perjalanan Thomas dan upayanya dalam menyelamatkan Minho. Tidak ada misteri yang harus dipecahkan. Just sit and enjoy.


Bagi yang lupa dengan film kedua, dipersilakan untuk menonton dulu agar ingat dengan peristiwa-peristiwa pada The Scorch Trial. Meskipun ada quick recap, namun bisa jadi kita semakin bingung. Film ini memang tidak ditujukan untuk penonton yang baru mencoba menonton The Maze Runner di film ketiga atau skip film kedua meski menonton film pertama. Tidak ada perkenalan, tidak ada penjelasan. Tensi film digedor sejak awal.

Sayangnya, apa yang membedakan The Maze Runner sebagai genre young adult seakan hilang begitu saja di film ketiga ini. Kita seperti sedang menyaksikan film zombie ala Resident Evil, meski minim aksi berlebihan seperti yang diperagakan Milla Jovovich. Meski bergenre fantasi, namun menjelang akhir, penonton seakan lupa bahwa film ini terjadi di sebuah dunia distopia. Perseteruan antara si kaya dan miskin hingga jurang ekonomi yang menimbulkan terjadinya kerusuhan, persis seperti yang mulai terasa di dunia nyata.

Menariknya, The Death Cure kerap menghadirkan twist tak terduga sehingga penonton tidak akan bosan meski durasinya cukup panjang. Pilihan untuk tidak membagi babak pamungkas ini menjadi dua bagian adalah pilihan yang tepat karena bisa jadi dua film pecahannya takkan semenarik ini.  

Apakah setelah ini Hollywood kapok mengangkat novel young adult ke layar lebar dan mulai beralih ke genre lain? Kita tunggu saja.