Insidious: The Last Key Berusaha Kembali ke Akar

by Irna Gayatri 742 views

Insidious: The Last Key Berusaha Kembali ke Akar
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Meski tak memiliki hantu ikonik seperti di tiga film sebelumnya, The Last Key berhasil menghadirkan kejutan yang akan membuat kalian waswas sepanjang film.

Insidious: The Last Key mungkin bukan film yang biasa kalian tonton sebagai pembuka tahun. Namun, franchise yang dimulai oleh James Wan ini agaknya siap menghantui pada awal tahun ini. Dalam seri keempat yang disutradarai oleh Adam Robitel berdasarkan naskah yang ditulis oleh Leigh Whannell ini, perjalanan Alice Rainier yang telah menjadi sorotan sejak seri pertama pun diulas kembali. Namun, apakah Insidious: The Last Key berhasil mengisi franchise ini dengan baik?

Meski merupakan film keempat, Insidious: The Last Key adalah sekuel sekaligus prekuel untuk franchise ini. Alice Rainier (Lin Shaye) tak begitu saja menjadi seorang ahli supranatural. Pada 1950-an, Alice kecil telah dianugerahi kemampuan untuk melihat hal-hal gain. Namun, memiliki ayah yang menolak menerima kenyataan bahwa hal-hal gaib benar-benar ada telah membuat masa kecil Alice penuh kesengsaraan. Bahkan, ia harus mengalami pengalaman pahit yang membuatnya kehilangan orang yang paling disayanginya sejak kecil.


Itulah pengantar yang menjanjikan untuk membuat Insidious: The Last Key setidaknya akan menjadi film yang layak tonton. Alice pun menjadi sorotan utama dalam film yang cukup intens menampilkan drama keluarga. Lalu, pada 2010, saat Alice Rainier (Lin Shaye) sudah bertemu dengan Specs dan Tucker, Alice harus kembali ke rumah yang memberinya kenangan buruk sampai remaja. Di sanalah ia harus memecahkan kasus supranatural yang tak hanya membahayakan dirinya, tetapi juga keluarganya.

Dalam hal menghadirkan kemunculan yang mengejutkan para hantunya, Insidious: The Last Key bisa dibilang cukup berhasil dan bahkan tampak berusaha untuk kembali ke akarnya. Meski hantu kita kali ini tak semengesankan Iblis Berwajah Merah yang menangkap Dalton di film pertama atau Parker Crane yang konsisten muncul di semua foto Josh Lambert, film ini cukup berhasil membawa kesan waswas. Sayangnya, menyoroti kisah Alice, film ini malah terjebak menampilkan drama keluarga yang tak perlu. Saat seharusnya intensitas ketegangan ditingkatkan, bahkan menjelang akhir, drama keluarga yang disisihkan di sepertiga terakhir film jadi seperti tak pada tempatnya.

Insidious: The Last Key menyajikan kisah yang layak untuk Alice dan menjadi penghubung yang tepat bagi franchise ini. Paling tidak, kita tahu Alice adalah protagonis yang tak sempurna dan tak begitu saja menjadi seorang ahli supranatural yang hebat. Berbagai hal dilaluinya dan semua itu sedikit demi sedikit membangun keyakinannya bahwa semua yang hidup lebih kuat dari apa pun yang sudah mati. Dan pada akhirnya, film ini berhasil menjadi penghubung yang baik antara “prekuel” yang ada di film sebelumnya dan juga “sekuel” yang ada di film pertama.


Meski begitu, untuk menjadi sebuah film horor yang brilian, Insidious: The Last Key tak bisa dikatakan berhasil. Memberikan twist di sepertiga terakhir cerita membuat film ini kehilangan klimaksnya. Meski begitu, untunglah klimaks yang seharusnya menjadi penyelesaian terbaik untuk cerita ini tak berakhir dengan mudah. Dan penyelesaian yang ditawarkan pun begitu hangat dan menjadi penutup yang manis untuk kisah Alice. Selain itu, film ini juga menyodorkan humor yang—meski menghibur—malah membuat ketegangan yang harusnya intens menjadi kendur di beberapa bagian.

Insidious: The Last Key saat ini sudah bisa dinikmati pada jam tayang midnight. Sebagai bagian dari franchise Insidious, film ini paling tidak berusaha untuk membawa ketegangan ala Insidious yang dimulai oleh James Wan. Sayangnya, drama yang berkepanjangan membuat film ini seakan melupakan akarnya. Dan, meski kembali membawa penonton ke The Further, penggambaran yang terlalu blak-blakan membuat rasa penasaran berkurang. Namun, untuk penggemar franchise ini, The Last Key sama sayang jika dilewatkan.