Susah Sinyal: Menyambung Komunikasi Dua Generasi

by Dwi Retno Kusuma Wardhany 149 views

Susah Sinyal: Menyambung Komunikasi Dua Generasi
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Pencapaian Ernest Prakasa sebagai sutradara yang tergolong baru memang luar biasa. Setelah Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan berhasil mendapat perolehan 700 ribu penonton, kesuksesannya melambung dengan Cek Toko Sebelah yang mencapai angka 2,4 juta pasang mata. Kini, kembali dijadikan film akhir tahun oleh Starvision Plus, apakah Susah Sinyal bisa berbicara banyak?

Kali ini, Ernest mencoba ranah baru, yaitu konflik antara ibu dan anak. Karena itulah, ia pun mengajak istrinya, Meira Anastasia, untuk turut membantunya sebagai penulis naskah. Keduanya pun sukses menghadirkan film hubungan ibu dan anak yang cukup menyentuh, didukung oleh akting kuat Adinia Wirasti. Aurora Ribero pun berusaha mengimbangi sebagai Kiara yang keras kepala. Cukup berhasil, tapi pelafalan beberapa kalimatnya tidak jelas sehingga apa yang dia ucapkan kurang begitu terdengar.

Namun, dibandingkan dengan Cek Toko Sebelah yang seimbang dari segi drama dan komedi, Susah Sinyal lebih condong ke arah drama. Hanya beberapa adegan lucu yang sanggup membuat penonton tertawa terbahak-bahak. Hal ini berkat aksi memikat Abdur Arsyad, Arie Kriting, Aci Resti, dan tentu saja tidak ketinggalan sang scene stealer, Dodit Mulyanto.


Valerie Thomas yang baru pertama kali menjajal layar lebar pun bisa dibilang menghadirkan akting yang cukup memikat meski durasi kemunculannya di layar lebar tergolong sedikit. Sayang, Chew Kin Wah yang tampil luar biasa bagus di Cek Toko Sebelah hanya mendapat peran sebagai kakek-kakek genit yang rasanya bisa diperankan oleh aktor tua mana pun.

Seperti Cek Toko Sebelah yang kuat dari segi musik, Susah Sinyal juga sukses memadukan jalinan kisahnya dengan musik dari The Overtunes atau Rendy Pandugo. Aurora Ribero yang menyumbang satu lagu berjudul “Untuk Mama” di luar dugaan memiliki suara khas yang enak didengar. Mungkin beberapa waktu ke depan, ada label rekaman yang tertarik mengontraknya.

Di luar beberapa pemain yang kurang tepat, Ernest berhasil menghadirkan keindahan alam Sumba setelah sebelumnya Marlina: Pembunuh dalam Empat Babak juga melakukan hal yang sama. Namun, alih-alih panas dan dianggap berwatak keras, Susah Sinyal menghadirkan alam Indonesia Timur yang lebih ceria dan ringan dengan pantai, bukit, dan pasar desanya.