Ferdinand Ajarkan Nilai yang Tak Lekang Dimakan Zaman

by Irna Gayatri 722 views

Ferdinand Ajarkan Nilai yang Tak Lekang Dimakan Zaman
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Banteng harus bertarung? Bagaimana jika seekor banteng tak suka kekerasan dan hanya menyukai bunga? Di sinilah Ferdinand bermain dengan kisah yang sederhana dan alur yang ringan.

Jelang liburan natal dan tahun baru, sudah biasa jika banyak film keluarga yang rilis. Namun, jarang sekali film yang mau bersaing langsung dengan Star Wars dalam hal waktu rilis. Meski begitu, 20th Century Fox dan Blue Sky Studios tak ragu membawa Ferdinand rilis pada minggu yang sama dengan Star Wars: The Last Jedi. Lantas, apakah membiarkan Ferdinand bersaing dengan The Last Jedi adalah keputusan tepat?

Bagi saya, saya cukup yakin bahwa Ferdinand tak akan mudah kehilangan penontonnya. Kisah yang ringan, humor yang segar, kebudayaan yang diangkat, dan pelajaran singkat yang bisa diambil di dalamnya membuat Ferdinand garapan Carlos Saldanha (Ice Age, Rio) tak kalah dengan Coco produksi Disney yang rilis bulan lalu. Meski tak sepenuhnya mengangkat kebudayaan Spanyol terkait tradisi matador, Ferdinand cukup cerdas menggambarkan bahwa setiap orang boleh punya pilihan berbeda, meski pilihan itu tidak seperti orang kebanyakan.


Ferdinand diadaptasi dari buku bergambar anak klasik berjudul The Story of Ferdinand karya Munro Leaf dna Robert Lawson. Buku klasik ini telah diterbitkan lebih dari 75 tahun dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 16 bahasa. Meski tak sepopuler dongeng-dongeng yang diadaptasi dalam film animasi Disney, buku klasik ini termasuk dalam 100 Buku Anak Terbaik Sepanjang Masa versi majalah TIME.

Ferdinand (John Cena) adalah seorang banteng baik hati yang lebih suka mencium wangi bunga dibandingkan beradu di arena pertarungan layaknya banteng lainnya. Dia tak pernah bermimpi bertarung di arena matador seperti teman-temannya. Dia hanya tak suka berkelahi, namun dibesarkan sebagai banteng petarung. Tak ingin menerima nasibnya seperti itu, Ferdinand kabur. Beruntunglah dia ditemukan oleh Nina (Lily Day) dan ayahnya, Juan (Juanes), keluarga pengrajin bunga yang mau menerima Ferdinand sebagaimana dirinya.


Namun, banteng pada dasarnya adalah hewan yang menakutkan. Ferdinand yang telah tumbuh menjadi banteng besar membuat banyak orang ketakutan. Meski berusaha meyakinkan bahwa dirinya bukanlah banteng yang jahat, Ferdinand tetaplah terlihat seperti banteng liar yang ganas dan siap mengamuk. Namun, justru mulai dari sinilah petualangan lucu dan menegangkan Ferdinand dimulai.

John Cena secara tak disangka berhasil menjadi Ferdinand yang lembut hatinya. Namun, yang lebih tak terduga lagi, Kate McKinnon mampu mengocok perut dengan perannya sebagai Lupe, seekor kambing tua yang banyak bicara. Karakter Lupe seperti karakter pembimbing karakter utama yang bisa jadi pusat perhatian melebihi karakter utamanya karena berbagai tingkah konyolnya. Namun, Ferdinand tak hanya lucu karena tingkah konyol para karakternya. Situasi kartunis yang menggeletik juga menjadi daya tariknya. Bayangkan saja, bagaimana mungkin seekor banteng besar berpikir tubuhnya kurus saat dia berusaha melewati toko piring antik. Belum lagi battle dance kuda dan banteng yang tentunya jadi logika naratif yang cerdas.


Alur cerita yang mudah diikuti juga membuat film ini adalah pilihan tepat untuk anak-anak. Kisahnya sederhana, namun memberikan gambaran yang mudah soal tak perlu malu menjadi diri sendiri; nilai yang akan selalu relevan sampai kapan pun. Kemudian, suasana latin pun terbangun melalui pilihan musiknya. Jadi, meski tak mengeksplorasi tempat ikonik di Spanyol, seperti Madrid yang hanya disorot menjelang akhir film—pilihan musiknya berhasil membangun suasana budaya Spanyol.

Ferdinand memperluas kisah beberapa halaman buku bacaan anak menjadi petualangan seru berdurasi 107 menit ini. Meski memang tak terhindar dari slapstick dan beberapa bahkan hampir memasuki ranah dark humor, Ferdinand berhasil tampil sebagai film anak-anak yang manis dan menyenangkan. Anak-anak dan keluarga bisa menikmati film ini saat berakhir pekan.