Coco Hadirkan Kisah Keluarga Menyentuh Dibalut Budaya Mistik

by Dwi Retno Kusuma Wardhany 208 views

Coco Hadirkan Kisah Keluarga Menyentuh Dibalut  Budaya Mistik
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Keluarga selalu bersama walau beda dunia

Animasi keluaran Pixar selalu ditunggu oleh dunia. Karena selain gambar yang memanjakan mata, kisah yang disajikan selalu berhasil menyentuh semua usia. Setiap karakter dan kisah film-film keluaran Pixar memiliki keunikan sendiri yang membuat mereka lekat di benak penonton. Toy Story, The Incredibles, Monster Inc., dan Wall-E hanya beberapa contoh dari animasi Pixar yang sampai saat ini masih nikmat untuk ditonton berulang-ulang. Tahun 2017 ini, Pixar kembali dengan cerita baru yang orisinal dan mengambil tema kebudayaan Amerika Latin tentang Hari Orang Mati. Animasi berjudul Coco ini mencoba mengambil tempat di samping film-film ternama Pixar lain.

Di tradisi Meksiko ada satu hari yang disebut Hari Orang Mati. Mereka percaya bahwa di satu hari ini para roh leluhur akan pulang ke rumah dan melihat keluarga mereka. Oleh karena itu, foto para leluhur selalu dipajang oleh setiap keluarga di tempat persembahan yang disebut Ofrenda. Leluhur yang fotonya tidak dipajang artinya sudah dilupakan keluarga dan dengan begitu tidak bisa mendatangi keluarga tersebut. Budaya inilah yang dicoba diangkat oleh Pixar ke layar lebar, seperti biasa ditambah dengan cerita yang kuat serta warna indah.

Fokus karakter kali ini adalah Miguel (Anthony Gonzalez) seorang anak yang sangat mencintai musik dari lubuk hatinya, namun halangan terbesar adalah keluarganya sendiri. Mereka turun-temurun membenci pemusik sejak nenek buyut mereka, Mama Imelda (Alanna Ubach), ditinggal pergi oleh suaminya yang pemusik. Sekarang, walau mereka menjadi pengusaha sepatu yang sukses, tetap saja bagi Miguel musik adalah jalan hidupnya. Tepat di Hari Orang Mati, Miguel yang melakukan tindakan ceroboh secara tidak sengaja masuk ke dunia arwah dan dimulailah perjalanannya meminta restu dari sang leluhur untuk bisa bermusik.


Cerita dengan tema yang ringan bisa menjadi sangat padat dan penuh makna di tangan studio seperti Pixar. Dalam Coco, kita dibawa melihat perjalanan Miguel menjadi pemusik walau ditentang seluruh keluarga. Ceritanya ringan dan mengalir dengan baik, namun tetap bisa menyisipkan twist dan aksi yang cukup. Jelas, pasar utama dari animasi Pixar adalah anak-anak, tapi orang dewasa yang menonton tetap akan tersentuh dan ikut merasakan kepedihan yang dirasakan Miguel. 

Andalan kedua dari Pixar adalah karakter dan warna yang indah. Warna oranye mendominasi film ini, penggambaran kota orang mati yang indah dan penuh warna memanjakan mata yang melihat. Detail setiap bangunan, lokasi, serta hal-hal kecil di lingkungan sangat diperhatikan. Selain Miguel, karakter Hector (Gael Garcia Bernal) serta anggota keluarga Miguel di dunia orang mati sangat menarik. Mereka, walaupun hanya karakter selingan, masing-masing punya ciri khas yang membedakan. Lagu-lagu yang dibawakan pun tidak kalah memukaunya. Kita akan mendengar banyak lagu diiringi irama gitar khas Meksiko.

Sangat pantas untuk ditonton bersama keluarga, terutama kita yang butuh hiburan setelah kecewa dengan Liga Keadilan. Bisa dibilang, lagi-lagi Pixar sukses memberi paket film yang lengkap. Cocok untuk semua umur dan menghibur, tapi sarat pesan moral yang tidak menggurui. Tidak hanya itu, tema budaya Meksiko yang diangkat terbilang jarang untuk film animasi, membuat film ini terasa segar.


Artikel Terkait