American Made Berhasil Jadi Biopik yang Menghibur

by Irna Gayatri 606 views

American Made Berhasil Jadi Biopik yang Menghibur
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Dalam film ini, Tom Cruise kelihatan begitu menikmati perannya sebagai Barry Seal.

Tak banyak film biopik yang bisa begitu menghibur seperti American Made yang dirilis Universal Pictures. Film yang naskahnya ditulis oleh Gary Spinelli ini berhasil menggambarkan kehidupan seorang penyelundup narkoba terbesar yang pernah ada di Amerika Serikat dengan cara yang menarik. Film biopik biasanya identik dengan drama kehidupan sang karakter sehingga membuat plotnya cenderung lambat. Namun, American Made bukanlah film biopik pada umumnya. 

Tom Cruise kembali berkolaborasi dengan sutradara Edge of Tomorrow, Doug Liman (The Bourne Identity, Mr. and Mrs. Smith) dalam sebuah petualangan besar dan menegangkan yang melibatkan seorang informan, penyelundup, sekaligus salah satu pria terkaya di Amerika Serikat pada 1980-an. Dia adalah pria yang menyelundupkan narkoba dan senjata ke Amerika Serikat dan Kolommbia, bekerja sama dengan mafia besar Kolombia, Pablo Escobar. Meski begitu, dia adalah pahlawan untuk sebuah kota kecil yang membosankan, yaitu Mena, Arkansas.

American Made mengangkat kisah Adler Berriman “Barry” Seal (Tom Cruise), seorang pilot berbakat TWA yang direkrut oleh CIA untuk membantu melawan ancaman komunis yang muncul di Amerika Tengah. Meski menjalankan tugas rahasia, gerak-geriknya tercium oleh kartel Medellin yang menawarkannya US$2,000 untuk sekilo kokain yang diselundupkan ke Amerika Serikat. Seal melihat hal itu sebagai peluang besar sehingga nekat memainkan peran ganda: agen CIA sekaligus penyelundup narkoba.


Berlatar tahun 1980-an, American Made berhasil membangun latar waktu dan tempat yang sempurna sejak awal film. Liman bahkan memutar ulang pidato Gerald Ford yang menyatakan bahwa lima tahun mendatang akan lebih buruk dari lima tahun sebelumnya. Video pemberontakan yang sedang marak berlangsung pada akhir 70-an sampai 80-an di berbagai negara bagian Amerika pun tak luput disorot. Christophe Beck pun bekerja dengan baik membangun latar dengan lagu-lagu dan instrumen yang sangat 80-an. Beberapa adegan juga dibuat dengan filter vintage yang semakin menambah suasana 80-an.

Meski diangkat dari kisah nyata, agaknya American Made tak ingin hanya menyajikan kisah yang datar. Liman memberikan banyak kejutan yang menjadikan biopik ini sama sekali tak membosankan. Dark comedy di dalamnya tak berlebihan untuk sebuah film ‘kriminal’ yang berkaitan dengan pemasok narkoba terbesar di benua Amerika. Selain itu, meski mendapat rating R, film ini tak mengeksploitasi adegan kekerasan (namun tetap penuh dengan umpatan kasar dan unsur nudity).


Untuk sebuah film yang melibatkan seorang ‘kriminalis’ besar, American Made justru lebih banyak menertawakan situasi yang buruk. Seal yang tak jarang berada di ujung tanduk selalu terlihat santai dan menikmati kesulitan yang dihadapinya. Tentu saja hal ini juga berhasil digambarkan berkat Tom Cruise yang terlihat begitu menikmati perannya sebagai Barry Seal. Menerbangkan pesawat, melakukan aksi yang menantang di udara, berhadapan dengan gembong narkoba yang kejam, semuanya jadi tak terlihat menegangkan. Hal ini bukan berarti buruk karena justru Cruise berhasil membuat warna baru yang pas dan harmonis dalam film biopik yang melibatkan peristiwa kriminal besar. Tom Cruise bisa dibilang menemukan peran terbaiknya di film ini. 

Yang jelas, selama 114 menit, Cruise berhasil bercerita sebagai Barry Seal. Video found footage juga beberapa kali dimunculkan untuk memberikan kesan bercerita yang lebih alami. Narasi juga diberikan untuk memotong plot, namun sama sekali tak terkesan dipaksakan. Semuanya seperti melihat Barry bercerita tentang dirinya dan bagaimana hidupnya berubah dari seorang pilot TWA menjadi penyelundup narkoba terbesar.


American Made merupakan film kedua Liman bersama Cruise setelah Edge of Tomorrow. Film ini juga dibintangi oleh Sarah Wright dan Domnhall Gleeson. Film ini baru akan tayang di Amerika Serikat pada 29 September dan tayang lebih dulu di Indonesia pada 25 Agustus 2017.