Valerian and the City of a Thousand Planets Tidak Punya Sisi Istimewa

by Prima Taufik 425 views

Valerian and the City of a Thousand Planets Tidak Punya Sisi Istimewa
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Luc Besson kembali dengan dunia fiksi ilmiah, namun hasilnya tidak bagus.

Mengambil materi yang sudah mapan dalam bentuk cerita novel atau komik sudah sering dilakukan banyak filmmaker di seluruh dunia. Hasilnya bisa sukses besar layaknya franchise Harry Potter  atau gagal total seperti The Mortal Instruments: City of Bones . Kali ini, Luc Besson (Taken, Lucy) mencoba formula yang sama dengan mengangkat komik terkenal Valerian and Laureline menjadi film terbarunya. Valerian and the City of a Thousand Planets diangkat dari komik laris karangan Pierre Christin dan Jean-Claude Mezieres. Cerita yang berlatar angkasa luar seperti ini tidak pelak lagi menjual visual dan hamburan spesial efek sebagai menu utama. Namun, berbekal pengalaman menggarap fiksi ilmiah sukses The Fifth Element, Besson sepertinya yakin akan bisa sukses kembali.


Valerian dan Laureline sendiri merupakan nama karakter utama dalam komik dan juga filmnya. Dane Dehaan dan Cara Delevingne mendapat kehormatan untuk memerankan dua tokoh ini. Valerian adalah Mayor dari Federasi Dunia yang sudah terkenal akan kemampuannya mengatasi berbagai masalah. Walau terkenal playboy dan slenge’an, tapi ia setia dengan tandem dan juga partnernya, Sersan Laureline. Dehaan dan Delevingne untuk pertama kalinya bermain bersama. Keduanya terlihat sudah maksimal untuk memberikan akting yang baik, tapi apa daya chemistry mereka kurang terasa di layar. Delevingne terlihat masih kaku, sedangkan Dehaan tampak seperti orang yang selalu kelelahan memerankan karakter Valerian. Terlihat terpaksa dan kurang bersemangat. Mungkin belum saatnya ia memerankan tokoh hero yang dituntut tetap jagoan dalam kondisi apapun (#lirikTomCruise).




Dalam dunia digital jaman sekarang, di mana spesial efek extravaganza sudah menjadi makanan setiap film blockbuster, apa yang ditampilkan Valerian and the City of a Thousand Planets tampak biasa saja. Parahnya, hal ini tidak didukung dengan cerita yang asyik untuk diikuti. Dengan durasi sepanjang 136 menit, banyak sekali adegan yang tidak ada gunanya selain untuk memanjangkan cerita. Besson yang biasanya terkenal dengan film-film bertempo cepat kali ini sukses membuat penonton mengantuk di pertengahan film. Twist yang sekiranya bisa membuat penonton sedikit terkejut malah sudah diumbar di awal, tapi menjelang akhir malah ditutup-tutupi dan dibuka kembali saat puncak sehingga tidak jelas apa tujuan twist tersebut. 


Penampilan yang apik dari film ini ada pada Rihanna. Walau tampil cuma sebentar, tapi layaknya Valerian di dalam film, penonton juga terpukau dengan pertunjukan yang dilakukannya. Mungkin hanya adegan Rihanna inilah yang paling gampang diingat dari keseluruhan film.  Banyak sebenarnya yang bisa dieksplorasi dari  elemen-elemen yang ada di dunia Valerian ini, terutama interaksi antarmakhluk planet yang menarik. Sayang, fokus filmnya tidak ke arah sana. Tidak ada yang spesial dari film ini, tapi untuk hiburan di saat pilihan tontonan terbatas bolehlah dicoba.


Artikel Terkait