Baywatch Hadirkan Nostalgia Berbalut Humor dan Lagu Klasik

by Dwi Retno Kusuma Wardhany 564 views

Baywatch Hadirkan Nostalgia Berbalut Humor dan Lagu Klasik
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Lupakan film serius. Ini film receh yang menghibur.

Early review Baywatch di Amerika membuat film ini mendapat nilai yang buruk. Untuk menghormat bulan puasa yang jatuh tepat sehari setelah Baywatch rilis, makanya diputuskan untuk diundur ke tanggal 19 Juli. Pengunduran jadwal ini menyebabkan kita yang belum menyaksikannya “diserang” berbagai review yang rata-rata kecewa dengan adaptasi salah satu serial televisi legendaris ini. Hal inilah yang membuat ekspektasi para penonton di Indonesia tidak terlalu tinggi karena bersiap untuk menghadapi kekecewaan.

Namun, Baywatch ternyata berhasil melebihi ekspektasi, bahkan sebagai film hiburan menjelang akhir musim panas, film ini tidak mengecewakan. Tidak mengecewakan di sini bukan dalam artian penuh twist cerdas dengan berbagai karakter kuat. Kalian yang datang dan berharap Baywatch akan dibuat agak serius seperti serial televisinya karena film ini benar-benar konyol dan dibuat bukan untuk ditonton dengan kening berkerut dan mempertanyakan hal-hal yang tidak masuk akal.

Baywatch dibuat untuk tontonan pelepas stres dengan jokes receh dan semivulgar. Adegan-adegan slow-motion yang menjadi ciri khas di serialnya turut diadaptasi, bahkan diejek secara terang-terangan oleh para karakternya lewat dialog. Uniknya, film ini menggabungkan lagu-lagu lama dengan lagu baru yang membuat para penontonnya akan kembali bernostalgia ke masa saat serial Baywatch muncul. Transformasi yang patut diacungi jempol adalah perubahan Zac Efron. Dari aktor remaja pujaan gadis-gadis, ia tidak segan-segan membesarkan badan dan bertingkah konyol di film ini.


Dari ceritanya sendiri, tidak ada yang spesial. Seakan hanya mencomot satu episode dari serial televisinya dan dibuat lebih panjang dengan menambahkan segmen seleksi penjaga pantai baru dan berbagai adegan konyol. Green screen yang dipakai pun masih terasa kasar di beberapa bagian, seperti efek kebakaran kapal di tengah laut atau saat matahari tenggelam.

Namun, dengan segala “kebodohannya”, Baywatch tidak pelak lagi salah satu film hiburan yang apa adanya. Mereka tahu “jualan” mereka sejak awal adalah deretan wanita cantik berbaju renang merah, pria-pria berotot, dialog semivulgar, hingga slow-motion dan itulah yang mereka perlihatkan. Jangan berharap apa-apa selain terhibur, dijamin kalian akan puas.