Kala Sang Raja Mendapat Senjata yang Tepat Lewat Transformers: The Last Knight

by Dwi Retno Kusuma Wardhany 669 views

Kala Sang Raja Mendapat Senjata yang Tepat Lewat Transformers: The Last Knight
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Michael Bay dengan kamera IMAX 3D bagaikan Arthur dengan Excalibur.

Berulangkali mengatakan jika seri Transformers yang ditanganinya adalah yang terakhir, toh Michael Bay tetap kembali duduk di kursi sutradara untuk kelima kalinya. Kali ini, ia dipersenjatai kamera IMAX 3D dan Transformers: The Last Knight menjadi film pertama di dunia yang syuting dengan penggunaan kamera IMAX 3D secara penuh. Harapan sang pembuat kamera tentu bahwa keahlian Bay dalam mengambil gambar-gambar indah dan adegan pertempuran yang keren membuat sensasi 3D yang diberikan menjadi lebih nyata. Dan IMAX tidak salah pilih untuk mempercayakan kamera tercanggih mereka pada Bay. Transformers: The Last Knight terbukti menjadi salah satu film dengan sensasi 3D terbaik yang pernah ada, mungkin hanya kalah dari Avatar James Cameron yang memang sensasional.


Mengambil masa beberapa tahun setelah kepergian Optimus Prime dari Bumi, kehidupan manusia dan robot alien semakin suram. Para alien yang terus menerus datang ke Bumi mengundang pertanyaan, apa yang mereka cari sebenarnya? Ternyata, Bumi dan Transformers memiliki sejarah yang panjang. Di sinilah peran Cade Yeager (Mark Wahlberg) dan Vivian Wembley (Laura Haddock) memiliki kaitan yang erat dengan masa lalu tersebut. Premis yang mudah dan tidak memerlukan kecerdasan tinggi untuk menelaah arah cerita. Pun begitu, franchise Transformers dianggap sebagai salah satu franchise film tersukses dalam mengumpulkan pundi-pundi dolar, bukan dikenal sebagai film dengan cerita terbaik. Paramount pun sepertinya paham akan hal ini karena itulah Bay yang terpilih duduk di kursi sutradara. Sineas ini dianggap piawai membuat film receh yang bisa dinikmati segala kalangan lewat beragam adegan aksi yang dikenal dengan sebutan Bayhem.




Paruh pertama film terasa sangat lambat dan membosankan, seperti kekurangan film sebelumnya terutama film ke -3 dan ke-4, yaitu banyaknya karakter yang “berisik”, tapi tidak punya peran penting. Semua orang di film ini sepertinya ingin punya dialog dan harus berbicara panjang lebar hingga ke hal-hal tidak penting. Karakter annoying ini tidak hanya pada karakter manusia, tapi juga robotnya. Selalu saja ada robot bawel yang berinteraksi dengan manusia yang juga bawel dan membuat dialog-dialog garing yang dimaksudkan untuk lucu. Selain itu, durasi terasa terlalu lama untuk mengakomodir karakter-karakter garing ini.


Untungnya, hanya itulah kelemahan film ini, selain tentu dari segi cerita yang tergolong "biasa saja". Sisanya, kita diajak melihat pertempuran Autobot dan Decepticon yang lebih luar biasa dari empat seri sebelumnya. Skala pertempuran yang lebih besar serta melibatkan lebih banyak ledakan, robot, dan artileri tercanggih. Semua itu direkam oleh sang ahli dengan kamera IMAX 3D. Hasilnya adalah sensasi adegan perang yang kadang bisa membuat mulut ternganga. Salah satu keuntungan bekerja dengan karakter utama robot adalah sutradara bisa melakukan adegan kekerasan tanpa perlu takut akan ancaman rating dan sensor. Kebrutalan bisa disajikan dengan sangat seru dan menghibur. Sepertiga akhir film ini menjadi ajang pembuktian betapa Bay memang pilihan tepat untuk film-film seperti Transformers ini. Aksi yang cepat, visual yang fantastis, suara yang menggelegar, berpadu untuk memberi kita kenikmatan menonton yang memuaskan.




Karakter-karakter robot kembali dengan kemampuan dan tampilan baru. Minus Optimus yang di awal cerita tidak berada di Bumi, Bumblebee mengambil alih peran robot jagoan yang bisa melawan siapa saja. Mungkin ini ada kaitannya dengan akan dibuatnya spin-off Bumblebee? Yang jelas, karakter dan kemampuannya mendapat peningkatan yang cukup signifikan. Karakter lain selain Optimus dan Megatron, tak lebih sebagai karakter pendamping yang keren.


Jika ditilik lagi, yang membuat Transformers besutan Bay begitu terkenal adalah tiga hal yang diimpikan para pria nerd dan geek di seluruh dunia, Mobil keren, robot canggih, dan wanita cantik. Untuk yang terakhir, beban kali ini diberikan pada Laura Haddock (Davinci Demon) setelah sebelumnya dipegang Megan Fox, Rosie Huntington Whiteley, dan Li Bing-bing. Pilihan ini tidak salah karena Haddock bisa membuat mata pria tak beranjak dari layar. Tentu saja, kita tidak sedang bicara tentang kualitas akting di sini.


Segala yang kita inginkan untuk menikmati film hiburan di layar besar sudah ada dalam satu paket komplit dari Bay. Memang tak ada yang sempurna di dunia ini, tapi Transformers: The Last Knight sudah lebih dari cukup untuk memuaskan kita yang ingin mencari hiburan menyenangkan di liburan panjang.