Detective Conan: Crimson Love Letter Soroti Kisah Cinta Tak Terungkap

by Irna Gayatri 221 views

Detective Conan: Crimson Love Letter Soroti Kisah Cinta Tak Terungkap
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Rasa cinta yang tak tersampaikan nyatanya bisa jadi berbahaya.

Jepang dengan film animasinya memang tak pernah kehilangan penggemar. Setiap tahun, selalu ada anime baru yang langsung mendapatkan penggemar setia. Anime lama pun tak ketinggalan selalu melakukan berbagai hal baru untuk tetap menggaet penggemarnya, misalnya dengan membuat anime movie.

Salah satu anime lama yang selalu konsisten membuat anime movie setiap tahun adalah Detective Conan. Diadaptasi dari manga berjudul sama karya Aoyama Gosho, anime movie Detective Conan selalu punya daya tarik tersendiri. Tahun ini, TMS Entertainment kembali memproduksi film tentang detektif remaja yang terperangkap dalam tubuh anak kecil ini dengan judul Detective Conan: Crimson Love Letter.

Film ke-21 ini fokus menyoroti kisah cinta Heiji Hattori dan Kazuha Toyama. Heiji adalah detektif remaja asal Osaka yang merupakan saingan Shinichi Kudo. Heiji berteman dengan Kazuha sejak masih kanak-kanak dan hubungan keduanya sangat dekat. Dalam film ini, hubungan keduanya mengalami berbagai peristiwa yang menguji kedekatan keduanya.

Kazuha, Heiji, Ran, dan Conan datang ke The Satsuki Cup yang merupakan pertandingan besar untuk permainan kartu tradisional Karuta. Mikiko Hiramoto, teman Kazuha, akan ikut dalam pertandingan tersebut. Namun, pengeboman terjadi di Nichiuri TV yang merupakan tempat wawancara sebelum The Satsuki Cup dimulai membuat Mikiko mengalami cedera dan tak bisa bertanding. Kazuha pun menggantikan Mikiko demi menyelamatkan nama sekolahnya.

Sebelumnya, Kazuha bertemu dengan Momiji Ooka, seorang pemain Karuta profesional, yang mengklaim dirinya sebagai tunangan Heiji. Momiji pun menantang Kazuha untuk melawannya di pertandingan Karuta dan bertaruh bahwa pemenangnya akan mendapatkan Heiji. Tanpa pikir panjang, Kazuha menerima tantangan itu. Dibantu ibu Heiji yang merupakan mantan pemain Karuta profesional, Kazuha pun berlatih demi memenangkan pertandingan Karuta itu.


Di sisi lain, pengeboman kembali terjadi dan menyerang beberapa pemain Karuta profesional. Bersamaan dengan hal itu, kartu-kartu Karuta dikirim ke surel para korban. Semua kasus ini berkaitan dengan satu orang yang diduga merupakan dalang di balik semua peristiwa pengeboman dan pembunuhan yang terjadi. Puncaknya, pada pertandingan final The Satsuki Cup, sang pelaku telah menyiapkan panggung pertunjukan terakhir untuk menutup serangkaian tindakan kriminal yang telah dilakukannya.

Meski disebut-sebut sebagai film yang mengangkat kisah cinta Heiji dan Kazuha, sebenarnya intensitas hubungan keduanya dalam film ini tak bisa dibilang besar. Kazuha memang berusaha sebisa mungkin untuk memenangkan pertandingan Karuta karena tak ingin Heiji bertunangan dengan Momiji. Namun, sejak awal klaim Momiji pun lemah sehingga cukup aneh jika Kazuha marah hanya karena hal semacam itu.

Film ini punya beberapa kasus kecil yang mengarah kepada satu kasus besar yang berkaitan dengan Hyakunin Isshu. Kalau kalian belum mengenal Karuta dan Hyakunin Isshu, film ini mungkin cukup sulit dimengerti. Tapi, alur film ini terbilang cepat, seakan tak memberikan jeda untuk berpikir mengenai kasus yang baru saja terjadi. Jadi, kurangnya pengetahuan menganai Karuta sama sekali bukan masalah besar untuk memahami film ini. Malah, bisa dibilang film ini lebih menonjolkan aksi daripada kasus pembunuhan dan investigasi yang dilakukan Heiji dan Conan.

Inti film ini adalah drama percintaan yang membuat banyak orang terlibat dalam kasus pengeboman dan menjadi korban pembunuhan. Bahkan, kisah cinta Heiji dan Kazuha kelihatannya hanya jadi selingan yang tak berkaitan sepenuhnya dengan kasus yang terjadi. Untuk ukuran film, kasus yang diangkat dalam film ini cenderung mudah dan dangkal, terlepas dari aksinya yang memang menantang. Jadi, setelah selesai, ada kesan seperti baru saja menonton salah satu episode biasa dalam anime-nya. Kasus diungkap dengan cepat. Bahkan, sebelum film berakhir, penonton pasti bisa menebak pelaku sebenarnya karena begitu banyak petunjuk yang diberikan terang-terangan sepanjang investigasi. Hal ini membuat Heiji dan Conan justru terkesan lambat memecahkan kasus semudah ini.




Yang cukup menganggu dalam film ini adalah sudut pengambilan gambarnya yang berpindah dengan cepat dan cukup membingungkan. Terlalu banyak yang ingin disorot demi membiarkan para penonton menebak sendiri pelakunya. Tapi, hasilnya, film ini jadi film yang mudah dilupakan setelahnya. Alur yang terburu-buru, jalan cerita yang lemah, dan sudut pengambilan gambar yang berantakan membuat film ini mungkin hanya bisa dinikmati oleh penggemar setia serialnya.

Ya, penggemar anime-nya boleh jadi tetap merasa Detective Conan: Crimson Love Letter adalah salah satu film yang Detective Conan terbaik. Film ini berhasil meraih pendapatan US$11.88 juta pada minggu pertama penayangannya di Jepang. Di Indonesia, film ini bisa kalian tonton di CGV Blitz dan Cinemaaxx.