Pirates of the Caribbean: Salazar's Revenge Buktikan Jack Sparrow Masih (Agak) Memikat

by Dwi Retno Kusuma Wardhany 523 views

Pirates of the Caribbean: Salazar's Revenge Buktikan Jack Sparrow Masih (Agak) Memikat
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Masih ada momen-momen unik dan lucu dibanding film keempat yang terasa membosankan.

Johnny Depp dan Pirates of the Caribbean bagaikan Mission: Impossible dengan Tom Cruise. Selama keduanya masih kuat dan berdaya jual, dua franchise miliaran dolar ini akan terus dipertahankan. Aktor-aktris muda boleh masuk silih berganti sebagai pemanis, tetapi Depp sebagai Jack Sparrow jelas akan selalu ada. Jika suatu hari nanti karakternya diganti dengan kapten lain, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa sudah saatnya mengakhiri kisah petualangan bajak laut ini.

Itulah yang terlihat pada Pirates of the Carribean: Salazar’s Revenger yang sedang tayang di Indonesia. Sadar bahwa Depp sudah tidak semuda bertahun-tahun lampau saat trilogi Pirates of the Caribbean orisinal dirilis, pihak studio rupanya tidak ngotot mengisi naskah dengan banyak adegan si kapten urakan ini. Bandingkan dengan seri keempat, On Stranger Tides (2011), yang masih menempatkan Sparrow sebagai karakter sentral sehingga film jadi terasa membosankan karena gaya kapten Black Pearl ini hanya mengulang dari tiga film sebelumnya.

Untunglah, duet sutradara pembesut Kon-Tiki, Joachim Rønning dan Espen Sandberg, mengerti akan hal ini dan menempatkan dua karakter utama lainnya, yaitu Henry dan Carina dengan porsi sama banyaknya dengan Sparrow. Hal inilah yang membuat Salazar’s Revenge cukup memberi angin segar alih-alih berusaha menarik minat penonton dengan membiarkan Depp bertingkah seperti orang mabuk.


Meskipun begitu, saya sempat merasa bosan di setengah awal film yang lebih banyak berkutat di darat. Begitu Salazar mulai bertemu Barbossa dan Sparrow, barulah pace cerita semakin meningkat. Meskipun dari segi spesial efek tidak ada yang terlalu mewah, namun salah satu hal yang menarik adalah rambut di sekitar Salazar yang bergerak seperti di dalam air.

Uniknya, entah disengaja atau tidak, Pirates of the Caribbean: Salazar’s Revenge ini memakai formula yang nyaris serupa dengan Fast Five. Siapapun tentu masih ingat adegan penyeretan lemari besi di sepanjang jalan kota Rio de Janeiro dan menimbulkan kehebohan massal. Hal ini juga muncul di Salazar’s Revenge, tentu saja dengan menggunakan benda-benda yang ada pada masa itu, seperti kuda, kereta, dan jalanan tanah. Tidak hanya itu, layaknya Fast Five yang mempertemukan tokoh-tokoh penting pada film-film sebelumnya, film yang diproduseri oleh Jerry Bruckheimer ini juga menampilkan kembali tokoh-tokoh lama yang tentunya dikenal para penikmat Pirates of the Caribbean sejak awal, yaitu Orlando Bloom sebagai Will Turner dan Keira Knightley sebagai Elizabeth Swann.

Meski bagi sebagian kalangan Salazar’s Revenge tidak terlalu memikat, namun yang pasti  Rønning dan Sandberg berhasil menghadirkan sesuatu yang berbeda dan segar dari segi lelucon. Mengingat kemunculan musuh lama pada ending credit scene, bisa dipastikan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Sparrow akan kembali muncul didampingi Turner dan Swann.

Artikel Terkait