Kembalinya Para Guardians of the Galaxy Kurang Memuaskan Hati

by Prima Taufik 662 views

Kembalinya Para  Guardians of the Galaxy Kurang Memuaskan Hati
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Sekuel yang dinanti dan diharapkan memberi kenikmatan yang sama, ternyata hampa.

Jika penantian sering berujung hampa, itu juga yang kami rasakan saat menyaksikan petualangan Star Lord dan gengnya dalam Guardians of the Galaxy: Vol 2. Film pertamanya yang sukses memberikan sesuatu yang baru dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) ternyata tidak bisa disaingi oleh film keduanya. Jujur saja sekuel memang menjadi momok menakutkan dalam dunia Marvel karena rata-rata film sekuel gagal memenuhi ekspektasi setelah film pertamanya. Pengecualian hanya terjadi pada Captain America: Winter Soldier yang sukses menjadi sekuel terbaik dan  memberi standar baru bagi semua film MCU. 

Mari kita akui bahwa poin paling penting yang membuat dunia Marvel Cinematic Universe ini menarik untuk diikuti adalah keterkaitan antara tokoh yang satu dengan yang lain. Mereka yang ada di Bumi, Asgard, hingga galaksi nun jauh di sana memiliki benang merah satu dengan yang lain walau memiliki plot masing-masing. Namun, untuk film penjaga galaksi yang kedua ini tampaknya mereka memiliki ekslusivitas sendiri. 

Tidak ada apa pun dalam film kecuali Stan Lee sebagai cameo yang menunjukkan mereka masih berada di dunia MCU. Bahkan after credit yang biasanya ditunggu-tunggu penonton untuk melihat petunjuk mengenai film selanjutnya tidak memberikan apapun tentang ke mana MCU akan mengarah. Kecuali adegan yang menyebut-nyebut "Adam", sisanya tidak terlalu penting kecuali untuk hiburan.


Guardians of The Galaxy: Vol 2 (GOTG2) ini memiliki cerita yang memilih fokus pada tokoh Peter Quill dibanding petualangan mereka menjaga galaksi. Sayangnya, main story tersebut terkesan lemah, bahkan setelah big reveal siapa Peter sebenarnya tetap tak membuat cerita ini menjadi menarik. Subplot yang ada jauh lebih menyenangkan untuk diikuti. Tingkah kaum Sovereign yang unik atau komplotan ravager yang berangasan membawa sedikit rasa segar dalam film yang monoton ini.

Tentu siapa orang tua Peter juga adalah hal yang penting, tapi sejak awal film, rahasia ini sudah terkuak dan film ini berhenti di sana hingga akhir. Setelah selesai, film ini memberi rasa janggal. Seperti baru setengah jalan, tapi sudah diakhiri. 

GOTG 2 tidak jelek, banyak adegan lucu, banyak adegan seru, ending-nya juga cukup mengharukan. Tapi, film ini terasa seperti sempilan tidak perlu dari perjalanan panjang dunia MCU. Sebentar lagi Avengers: Infinity War akan segera tayang dan film ini tidak menyinggung apapun tentang ini? Di mana Thanos? Sedikit adegan Bumi yang muncul di film membuat kita berharap akan ada keterkaitan dengan tokoh-tokoh di Bumi, namun nihil. Tampaknya, hanya James Gunn yang bisa mendapat kebebasan membuat film MCU tanpa (atau sangat sedikit) referensi MCU di dalamnya.  


Seperti yang sudah dibilang di atas, film ini tidak buruk, semua tokoh di film ini masih sama menariknya dengan film pertama. Baby Groot berhasil mencuri perhatian penonton dengan kelakuan dan keimutannya. Selain itu, karakter baru Mantis (Pom Klementieff) menambah kekonyolan grup ini dengan kepolosannya. Interaksinya dengan Drax (Dave Bautista) adalah salah satu aspek terbaik di film ini. Tentunya tidak ketinggalan lagu-lagu lama yang diputar menjadi backsound membuat penggemar lagu-lagu tersebut kegirangan. Momen pemutaran lagu "Father and Son" di akhir film juga berhasil membuat penonton ikut terbawa suasana.

Jika film ini bukan bagian dari MCU maka akan terasa seperti petualangan komedi luar angkasa standar. Nilai MCU-lah yang membuat GOTG2 ditunggu. Sayangnya, itu pula yang tidak terasa.