The Curse Tampilkan Gaya Baru Film Horor Indonesia

by Irna Gayatri 550 views

The Curse Tampilkan Gaya Baru Film Horor Indonesia
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Ini film horor thriller yang cukup indah.

Film horor Indonesia saat ini sedang bangkit. Setelah terperosok dengan hanya menjual pemain seksi yang pamer belahan dada, saat ini semakin banyak film horor Indonesia yang fokus kepada cerita. Salah satunya adalah The Curse, film horor thiriller garapan Muhammad Yusuf, yang mulai tayang Kamis, 27 April 2017.

The Curse mengisahkan tentang Shelina (Prisia Nasution), seorang pengacara kriminal yang menghadapi hal-hal aneh setelah menangani suatu kasus. Dia melihat hal-hal yang sebelumnya tak pernah dilihatnya. Melihat hal itu, Shelina tak lantas diam, melainkan mencari tahu penyebab dirinya mengalami semua penglihatan aneh tersebut.

Putri (Lia Waode), rekan kerja Shelina, menyarankan Shelina untuk menemui paranormal. Shelina pun pada akhirnya menemukan bahwa sosok-sosok yang dilihatnya membawa banyak pesan yang berhubungan dengan dirinya dan kasus yang pernah ditanganinya dulu.


Film ini menghadirkan suasana horor yang dibalut thriller sehingga cukup mencekam di banyak bagian. Scoring yang diberikan pun cukup membangun suasana, begitu pula sudut pengambilan gambarnya. Sayangnya, justru film ini terlalu mengumbar sosok arwah yang seharusnya dimunculkan dengan porsi yang sesuai. Karena muncul terlalu sering dan jangka waktu kemunculannya juga terlalu panjang, pada akhirnya suasana mencekam yang telah berhasil dibangun pada awal film menjadi memudar.

Dari segi cerita, ide untuk mengangkat kisah mengenai pengacara kasus kriminal yang bisa melihat hal-hal gaib yang berkaitan dengan kasus yang ditanganinya memang cukup segar. Ini membuat The Curse menjadi film horor dengan bumbu thriller yang intens. Namun, ada plot hole di pertengahan cerita yang cukup membingungkan. Hal ini membuat kisahnya jadi tidak fokus dan terkesan melebar dari masalah yang sejak awal diangkat. Untunglah hal itu bisa segera dilupakan dengan ketegangan yang disajikan dalam tempo yang pas.

Yang jelas, The Curse bukanlah film horor Indonesia yang biasa Jelata lihat. Selain perpaduan genre horor dan thriller yang cukup berhasil menghadirkan ketegangan yang konsisten, film ini juga punya gambar yang cenderung indah untuk ukuran film horor. Gambarnya sangat jernih dan memanjakan mata, apalagi film ini memang sengaja memamerkan keindahan alam kawasan Victoria. Hampir di setiap pergantian adegan, pemandangan alam yang indah disajikan sehingga bisa membuat penonton sedikit menghela napas dan melepas ketegangan.


Melihat judulnya, mungkin Jelata akan mengira film ini semacam Ju-On atau The Ring dengan hantu yang mengutuk. Namun, The Curse justru hampir tidak membahas kutukan sepanjang filmnya. Mungkin Muhammad Yusuf ingin membuat plot twist di akhir, sayangnya hal itu tidak berhasil.

Secara garis besar, The Curse tidak mengecewakan, apalagi dengan kualitas gambarnya yang benar-benar menyegarkan mata. Sebagai film horor, The Curse juga masih bisa memainkan ketegangannya, meski memudar mulai pertengahan film. Tapi, Jelata harus bersiap untuk tidak terlonjak dari kursi karena ternyata scoring-nya cukup mengejutkan.